Obat Tradisional Kolesterol Dari Bahan Di Sekitar Kita

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh yaitu dengan obat tradisional kolesterol. Dengan menggunakan obat tradisional kolesterol akan sedikit efek samping yang dirasakan sehingga penggunaan obat tradisional kolesterol lebih aman daripada menggunakan obat-obatan kimia. Kolesterol tinggi merupakan sebuah kondisi yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke. Maka dari itu, sangatlah penting bagi kita untuk selalu menjaga agar kadar kolesterol dalam tubuh kita selalu berada dalam tingkat normal. Apabila Anda telah terlanjur memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuh Anda, segeralah lakukan upaya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.


obat tradisional kolesterol
 Alat cek kolesterol multi fungsi merk Nesco

Obat tradisional kolesterol dari sayuran

Obat tradisional kolesterol yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh antara lain sebagai berikut:

1. Kubis

Kubis dapat dijadikan sebagai obat tradisional kolesterol. Kubis memiliki kandungan protein, air, serat, lemak, dan lain sebagainya yang bermanfaat secara positif untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh. Selain sebagai sayur, kubis juga bisa diolah dan diambil sarinya. Caranya adalah dengan memotong-motong kubis dan mengambil sari dari bahan tersebut. Sari kubis bisa dikonsumsi setiap hari untuk memperoleh hasil yang maksimal untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh. Bagi yang tidak suka rasa kubis, anda bisa mencampur atau mengolahnya dengan beragam bahan lain atau dengan resep yang ditemukan sendiri.

2. Daun Salam

Daun salam dapat digunakan sebagai obat tradisional kolesterol. Obat tradisional kolesterol ini pembuatannya dengan cara direbus. Cara pembuatannya yaitu didihkan air sebanyak 600 cc dan memasukkan 7 lembar daun salam serta 30 gr daun ceremai. Rebus ramuan tersebut hingga tersisa 300 cc dan konsumsilah setiap hari secara teratur. Dengan menggunakan obat tradisional kolesterol tersebut, anda bisa merasakan manfaatnya setelah kurang lebih 3 minggu. Penggunaan obat tradisional kolesterol ini relatif lebih lama jika dibandingkan dengan obat-obatan kimia.

3. Akar Manis

Obat tradisional kolesterol berikutnya yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh yaitu akar manis. Tanaman ini pada dasarnya berguna karena kandungan triterpenoid dan juga bahan-bahan lain seperti biotin, asam sinapic, dan juga beta-sitoterol. Proses pembuatan obat tradisional kolesterol ini yaitu bisa dengan cara direbus dan dicampur dengan air. Saringan dari rebusan akar manis bisa dikonsumsi setiap hari untuk menurunkan kandungan kolesterol.

Obat Tradisional Kolesterol dari buah buahan

Selain dengan menggunakan obat tradisional kolesterol seperti yang telah dijelaskan diatas, Anda juga dapat menurunkan kadar kolesterol dengan mengkonsumsi buah-buahan. Buah-buahan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol antara laian sebagai berikut:

1. Alpukat

Alpukat merupakan salah satu buah penurun kolesterol. Meskipun buah penurun kolesterol tersebut memang mengandung banyak lemak, yaitu sekitar 16 persen. Tetapi lemak pada alpukat adalah lemak yang menyehatkan, karena 63% penyusunnya adalah asam lemak tak jenuh, terutama asam lemak tidak jenuh tunggal. Mengonsumsi alpukat justru akan membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang sangat buruk bagi kesehatan. Lemak tak jenuh pada alpukat berfungsi sebagai antioksidan yang berkhasiat menjaga pembuluh darah kita dari kerusakan arteri akibat penumpukan kolesterol LDL (low density lipoprotein).

2. Delima

Tak hanya alpukat, buah delima merah ini bisa Anda konsumsi untuk membantu menurunkan kolesterol secara alami. Selain itu, delima juga dapat membantu mengurangi plak arteri dengan meningkatkan oksida nitrat di dalam tubuh.

4. Jeruk

Jeruk memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi. Vitamin C sebagai antioksidan ini mampu mencegah radikal bebas masuk ke dalam tubuh. Tak hanya itu, dengan mengkonsumsi sebanyak 3 gelas jus jeruk setiap hari dapat meningkatkan kadar HDL hingga 21 mg dalam waktu 1 bulan.





Oleh: Bidan Sulistia

Sumber:
  • disehat.com
  • sehatalamiku.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :